Satanis Sejak Kecil dan Tuhan Doraemon

Dalam perjalanan tumbuh kembang saya, ada momen-momen yang dibentuk oleh hiburan yang saya konsumsi. Kartun seperti Dragon Ball dan Doraemon, komik seperti One Piece—ini semua menjadi bagian dari narasi masa kecil dan remaja saya. Tapi coba renungkan, di balik kisah-kisah seru itu, ada simbol-simbol dan pesan-pesan yang tidak selalu netral. Misalnya, Mr. Satan di Dragon Ball yang menjadi “pahlawan” bumi, atau Devil Fruit di One Piece yang memberikan kekuatan super kepada karakternya. Konsep setan, yang seharusnya menjadi musuh nyata, malah dibelokkan menjadi bagian dari narasi heroik.

Continue reading

Balada Karyawan dan Politik Kantor

Kawan, dalam dunia kerja, sehebat-hebatnya seorang karyawan, dia tetap punya atasan. Mau secerdas apa pun, pasti ada yang lebih tinggi, yang lebih berkuasa. Di situlah letak dilema: karyawan sering harus siap disalahkan meskipun dirinya benar. Dalam hiruk-pikuk kehidupan kantor, kebenaran sering kali tidak begitu penting, karena ada yang lebih kuat dari kebenaran itu sendiri—yaitu kuasa atasan. Realita ini, suka atau tidak, adalah sebuah permainan yang sudah ditentukan sejak lama.

Continue reading

Mosi Tidak Percaya Guru

Ada yang perlahan-lahan mulai meresap dalam kehidupan kita. Mosi tidak percaya. Bukan lagi kepada pemerintah yang korup, bukan pula kepada polisi yang entah mengayomi siapa, tetapi kepada sosok yang seharusnya menjadi penjaga moralitas bangsa—guru. Kekhawatiran ini merayap pelan, namun pasti. Sebuah krisis yang mungkin belum terasa, tapi bila dibiarkan, akan menjadi gelombang besar yang menghantam pendidikan kita.

Continue reading