Ketika Sekolah Tidak Terasa Meaningful, Joyful, dan Mindful

Sekolah Seharusnya

Pagi hari.

Anak-anak berangkat sekolah dengan mata yang belum selesai bangun.

Tas di punggung terasa seperti karung batu. Di tangan ada bekal. Di kepala ada tugas. Di hati ada rasa malas yang tidak selalu berani mereka ucapkan.

Belum sampai gerbang, mereka sudah lelah.

Guru juga begitu.

Datang pagi. Pulang sore. Mengajar. Menilai. Mengisi laporan. Mengurus administrasi. Menghadapi murid. Menghadapi orang tua. Menghadapi sistem.

Lalu kita menyebutnya pendidikan.

Padahal kadang rasanya lebih mirip pabrik.

Continue reading

Ternyata Harus Pilih-Pilih Teman

Sok Suci?

Sejak kecil kita sering mendengar nasihat ini.

“Kalau berteman jangan pilih-pilih.”

Kedengarannya baik. Seolah bijak. Seolah siapa pun yang memilih teman adalah orang sombong, merasa suci, dan tidak mau bergaul.

Tapi tunggu dulu.

Continue reading

Umat Penghafal, Bukan Hanya Pembaca

Membaca Apa?

Kita sering mendengar kalimat ini: ayat pertama yang turun adalah iqro’.

Bacalah!

Dari sana kita membuat seminar literasi. Membuat poster. Membuat gerakan membaca. Membuat slogan bahwa Islam adalah agama ilmu.

Benar.

Tapi ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan.

Saat Jibril berkata kepada Nabi ﷺ, “Bacalah,” apa yang dibaca saat itu?

Continue reading