Bola Itu Bundar, Ingatan Jangan Ikut Pudar
Setiap Piala Dunia datang, rakyat jelata ikut sibuk. Tukang bakso pasang televisi. Warung kopi penuh sampai dini hari. Anak-anak memakai kaos Argentina, Brasil, Prancis, Jepang, Portugal. Orang dewasa mendadak jadi pelatih. Semua tahu siapa harus diganti, siapa harus menendang penalti, dan siapa yang pantas dimaki.
Tidak apa-apa.
Sepak bola memang hiburan. Kadang ia membuat hidup yang susah terasa bisa ditunda dua kali empat puluh lima menit. Cicilan tetap ada. Beras tetap mahal. Tapi kalau bola masuk gawang, dada rakyat mendadak sumringah.
Namun ada hal yang mengganggu saya.
Continue reading