One Piece dan Kamus Hadis: Tentang Ambisi dan Dedikasi

Belajar dari 2 Sosok Kafir

Hampir tiga puluh tahun Eiichiro Oda menggambar One Piece, dan kisah Monkey D. Luffy belum juga tamat. Tiga puluh tahun! Seorang bayi bisa tumbuh dewasa, menikah, bahkan punya anak dalam rentang waktu tersebut. Namun, Oda masih sibuk dengan bajak laut bertopi jeraminya.

Bukankah itu waktu yang teramat panjang untuk sesuatu yang oleh sebagian orang dianggap sekadar bacaan anak-anak?

Tunggu dulu. Ada yang lebih gila!

Continue reading →

Saladin Camp: Dari Emosi Menuju Strategi

Lebih dari Sekadar Reaksi

Setiap kali kabar serangan terhadap Gaza atau Masjid Al-Aqsho datang, umat Islam bergerak. Kotak donasi dibuka. Jalan raya dipenuhi massa. Media sosial dipenuhi doa, poster, dan kemarahan. Semua itu penting. Orang yang masih marah ketika kedzoliman terjadi berarti hatinya belum mati.

Masalah muncul setelah suara ledakan mereda. Donasi berhenti. Poster tenggelam. Massa pulang. Kita menunggu tragedi berikutnya untuk kembali merasa menjadi bagian dari perjuangan.

Continue reading →

Palestina Menjaga Pancasila

Duo Palestina

Ada masa ketika Indonesia belum memiliki banyak uang, senjata, dan kawan. Republik baru lahir. Belanda datang kembali membawa serdadu dan propaganda. Dunia belum yakin apakah bangsa bernama Indonesia sanggup bertahan.

Pada masa itu, bantuan datang dari tempat yang jauh: Palestina.

Continue reading →