Membaca Kisah Nyata
Kita membuka media sosial.
Niatnya cuma sebentar.
Tapi berselancar di layar tidak pernah benar-benar sebentar.
Muncul anak muda usia dua puluhan. Sudah jadi CEO. Sudah punya bisnis besar. Sudah keliling dunia. Sudah bicara di panggung. Sudah terlihat seperti manusia yang hidupnya rapi dari awal sampai akhir.
Kita geser lagi.
Muncul orang lain. Dulu gagal. Dulu diremehkan. Dulu hidupnya tidak dianggap. Baru berhasil saat rambut mulai memutih. Orang menyebutnya late bloomer. Bukti bahwa tidak ada kata terlambat.
Kita menatap layar.
Kadang hati menyala.
Kadang malah padam.
Aneh, bukan?
Continue reading