Jangan Bunuh Dia
Sebentar lagi sekolah libur panjang.
Anak-anak pulang membawa rapor. Sebagian membawa angka yang membuat orang tua tersenyum. Sebagian membawa angka yang membuat rumah menjadi mencekam.
Di banyak rumah, rapor bukan lagi laporan belajar.
Ia berubah menjadi vonis.
Anak yang nilainya tinggi dipeluk. Anak yang nilainya turun ditanya seperti terdakwa. Anak yang tidak rangking 3 besar dibandingkan dengan anak tetangga. Lalu orang tua berkata, “Ini demi masa depanmu.”
Mungkin benar.
Continue reading