Saladin Camp: Upaya Mengubah Arah Sejarah

Lebih dari Sekadar Reaksi

Setiap kali Gaza dibombardir atau Masjid Al-Aqsho kembali menjadi berita, kita bergerak. Donasi dibuka. Demonstrasi digelar. Poster berseliweran di media sosial. Doa-doa dibaca.

Semua itu penting. Bahkan perlu.

Masalahnya, apa yang terjadi setelah itu?

Continue reading →

Sumur, Dapur, Kasur: Sebuah Pembelaan

Lebih Dari Gaji

Bayangkan dua perempuan yang sama-sama bangun sebelum matahari terbit. Yang pertama memasak di restoran. Dia disebut pekerja. Yang kedua memasak untuk suami dan anak-anaknya. Dia ditanya, “Memangnya seharian di rumah ngapain saja?”

Aneh. Ketika mengurus anak orang lain, seorang perempuan disebut pengasuh. Ketika mengurus anak sendiri, dia dianggap pengangguran.

Continue reading →

One Piece dan Kamus Hadis: Tentang Ambisi dan Dedikasi

Belajar dari 2 Sosok Kafir

Hampir tiga puluh tahun Eiichiro Oda menggambar One Piece, dan kisah Monkey D. Luffy belum juga tamat. Tiga puluh tahun! Seorang bayi bisa tumbuh dewasa, menikah, bahkan punya anak dalam rentang waktu tersebut. Namun, Oda masih sibuk dengan bajak laut bertopi jeraminya.

Bukankah itu waktu yang teramat panjang untuk sesuatu yang oleh sebagian orang dianggap sekadar bacaan anak-anak?

Tunggu dulu. Ada yang lebih gila!

Continue reading →