Scroll, Share, and Care: Cara Gen Z Membayar Hutang Sejarah

Sejenak ke Belakang

Bayangkan Indonesia pada 1944.

Belum ada upacara 17 Agustus. Belum ada Merah Putih yang berkibar sebagai bendera sebuah negara merdeka. Penjara, kerja paksa, kelaparan, dan rasa takut masih menjadi bagian dari hidup rakyat Nusantara.

Di tengah keadaan itu, sebuah suara datang dari tempat yang jauh.

Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ucapan selamat dari Mufti Besar Palestina, Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini rohimahulloh, berkaitan dengan harapan kemerdekaan Indonesia yang saat itu dijanjikan penjajah Jepang. Siaran tersebut diberitakan selama dua hari dan disebarkan melalui pers Arab. Ini memang belum menjadi pengakuan resmi antar negara, Indonesia bahkan belum memproklamasikan kemerdekaannya, tetapi dukungan politik dan moral itu sangat berarti bagi perjuangan bangsa yang masih mencari kawan.

Continue reading

1.000 Hari Thufan Al-Aqsho dan Sosok Yahya Sinwar

Menyobek Topeng Dunia

Ada banjir yang tidak hanya membawa air. Ia membawa lumpur. Ia menyeret bangkai. Ia membuka apa yang selama ini disembunyikan di bawah karpet ruang tamu dunia.

1.000 hari sejak 7 Oktober 2023, dunia seperti berdiri di depan cermin yang pecah. Gaza menjadi pecahan kaca itu. Dari sana kita melihat wajah Barat, wajah rezim Arab, wajah media, wajah lembaga internasional, dan wajah kita sendiri.

Continue reading

Parenting Itu Bukan tentang Anak

Ortu Salah Kaprah

Banyak orang tua mengira parenting itu tentang anak.

Anak harus begini. Anak tidak boleh begitu. Anak harus sholat. Anak harus sopan. Anak harus rajin membaca. Anak tidak boleh main hape terus. Anak jangan bohong. Anak jangan membentak. Anak jangan malas. Anak jangan melawan orang tua.

Semua itu benar. Tetapi ada satu pertanyaan yang sering tertinggal di ruang tamu, di meja makan, di depan televisi, dan di balik pintu kamar.

“Orang tuanya bagaimana?”

Continue reading