Indonesia, negeri dengan mayoritas Muslim yang begitu kaya akan nilai-nilai spiritual, adalah amanah besar dari Allah. Namun, ada sebuah ironi yang tidak pernah terhapus dari benak kita. Sejak merdeka hingga hari ini, negeri ini belum pernah memiliki seorang Ibu Negara yang berjilbab. Padahal, bagi umat Islam Muslimah, jilbab adalah simbol kesederhanaan, rasa takut kepada Allah, dan tanggung jawab untuk menjaga amanah yang diberikan. Tapi ketika jilbab tidak tampak dalam lingkar kekuasaan, ini menimbulkan sebuah pertanyaan lebih mendalam: bagaimana mungkin kita mengaku menjunjung tinggi nilai-nilai agama, namun amanah justru hilang dalam tatanan kepemimpinan kita?
Continue readingBelajar Sabar dan Metodik dari Musuh Islam
Dunia ini panggung besar, di mana aktor-aktornya bermain dalam skenario yang kadang tidak masuk akal. Seperti PKI (Partai Komunis Indonesia), yang sudah dua kali gagal, sekali di Madiun pada tahun 1948 serta sekali lagi di Jakarta dan Yogyakarta pada tahun 1965. Tapi seperti hantu yang tidak mau mati, mereka tetap muncul lagi, bahkan di balik layar politik Indonesia saat ini. Lalu, Zionis Yahudi Israel. Entitas kecil ini, yang jumlahnya hanya seujung kuku dibandingkan umat manusia, malah bisa menguasai dunia. Padahal mereka pernah tercerai-berai, dikejar-kejar, bahkan dihancurkan berkali-kali. Ini seolah mereka paham betul: dunia adalah permainan waktu.
Continue readingGeliat Dakwah Sang Pendosa
Suatu sore, dua sahabat -Sulay dan Iman- terlibat dalam percakapan yang tidak biasa. Di tengah obrolan ringan tentang hidup dan pencarian makna, topik tentang dakwah dan dosa tiba-tiba mencuat ke permukaan, menyentuh titik sensitif yang seringkali diabaikan.
Sulay: “Kamu banyak dosa. Gak pantes buat dakwah!”
Iman: “Gak papa. Tinggal tobat aja.”
Sulay: “Iya, tobat aja dulu. Gak usah dakwah. Malu tuh sama dosa!”
Iman: “Jangan perfeksionis. Dakwahin aja yang kamu bisa.”
Sulay: “Siapa juga yang mau denger kamu dakwah? Mereka tau aibmu semua!”
Iman: “Jika yang boleh dakwah hanya orang yang gak punya dosa, tentu gak akan ada yang dakwah selain para Nabi dan Rosul.”
Sulay: …
Iman: “Hanya karena kita melakukan satu dosa, kita tidak bebas dari kewajiban mencegah orang lain dari dosa itu.”
Sulay: “Yee, itu namanya munafik, bro!”
Iman: “Kita punya dua kewajiban terkait dosa: tidak atau berhenti melakukannya, dan mencegah orang lain darinya.”
Sulay: “Ribet ama sih! Udah, hidup aja kayak biasanya. Jangan sok suci.”
Iman: “Lebih baik jadi orang sok suci daripada jadi orang sok munafik. Yoi, bro?”
Sulay: “#%&^$!”