330 hari telah berlalu. Gaza Palestina masih berdarah, masih berteriak dalam sunyi, dan kita, di sini, hanya mampu melihat, mendengar, dan merasa tak berdaya. 35 ribu jiwa telah musnah, nyawa yang seharusnya hidup seperti kita, dibantai dalam ketidakadilan. Bayangkan, seluruh penduduk Sabang di Aceh tiba-tiba hilang, tak tersisa satu pun. Hampir 80 ribu orang terluka, seperti seluruh kota Sibolga, Sumatera Utara, jatuh tersungkur dalam derita yang tak terbayangkan.
Continue readingSetelah Nonton Film School of Rock
(Disclaimer: School of Rock bukan film islami.)
“School of Rock” ialah film tentang guru musik eksentrik, mengajak kita berpikir ulang tentang makna mendidik. Dewey Finn, seorang musisi gagal yang berpura-pura jadi guru, justru membuka pintu bagi anak-anak untuk menemukan diri mereka. Saya, seorang guru yang konon sudah tahu segalanya, mendadak merasa kecil. Kita sering bicara kurikulum, bicara angka, bicara prestasi. Tapi Dewey? Ia bicara soal mimpi, soal kebebasan, soal nyali untuk jadi diri sendiri.
Continue readingKeperawanan Anak SD
Mari kita bicara soal keperawanan anak SD, dan ini memang tema yang tabu. Ini tentang jerit hati seorang ayah sekaligus guru yang melihat fenomena miris di depan mata: anak-anak yang mestinya polos, kini sudah kenal pacaran, joget di media sosial mengumbar aurat, bahkan terlibat dalam adegan (zina) yang seharusnya jauh dari usia mereka. Anak-anak kecil yang seharusnya menghafal ayat suci, malah sibuk dengan dunia yang penuh ilusi.
Continue reading