Setelah Membaca Buku When the Moon Split

Di tengah riuh dunia yang seakan tak henti bergolak, saya membaca “When the Moon Split: A Biography of Prophet Muhammad” karya syaikh Safiur Rahman Mubarakfuri. Dalam hening malam, di sela kewajiban saya sebagai ayah dan guru, ada detik-detik saat hati ini seakan dibelai dengan kasih sayang yang luas, melebihi cakrawala. Buku ini, bukan sekadar kisah hidup seorang Nabi, namun lebih dari itu, adalah lembaran cinta yang menuturkan perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan iman.

Continue reading

Penyesalan di Ranjang Kematian

Kita tahu, di ujung hidup, penyesalan itu bukan karena kita pernah jatuh, tapi karena kita terlalu takut untuk melompat. Kita sering kali tidak berani menggapai impian karena takut akan kegagalan, memilih nyaman dalam diam. Padahal, hidup cuma sekali, YOLO, kata anak muda sekarang. Kita hanya punya satu kesempatan untuk mengecap dunia.

Continue reading

Bagaimana Cara Memakan Ikan Paus

One spoon at a time. Itulah ungkapan yang tepat untuk memulai pembicaraan tentang ambisi manusia yang sering kali melompat jauh ke depan tanpa menghitung langkah kecil yang dibutuhkan. Kita sering terjebak dalam optimisme berlebihan tentang apa yang bisa kita lakukan dalam sebulan, tetapi merasa pesimis tentang apa yang bisa kita capai dalam setahun. Mengapa? Karena kita lebih suka memandang gunung daripada batu-batu kecil yang harus dipijak untuk mendakinya.

Continue reading