Masa Itu Lalu (Mengenang Mantan)

Ada masa ketika kebodohan terasa seperti udara yang kita hirup sehari-hari. Kebodohan yang melibatkan hati, perasaan, dan dosa yang tak terhitung jumlahnya. Seperti angin yang meniup dedaunan, ada masa dalam hidup kita yang terombang-ambing oleh kebingungan dan kesalahan. Ketika cinta tak halal—pacaran—menjadi bagian dari perjalanan hidup, kita sering kali tidak sadar bahwa kita menanam benih perasaan yang merusak, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

Continue reading

Merah Darah di Atas Putih Kesucian; Refleksi G30S/PKI

Saudara-saudara seiman, sebangsa, dan setanah air, izinkan saya membuka tirai pemikiran kita dengan sebuah refleksi yang menusuk ke jantung persoalan. Kita, sebagai bangsa yang berdiri di atas pondasi Ketuhanan Yang Maha Esa, senantiasa dihadapkan pada ujian ideologis yang tak kunjung usai. Salah satu hantu yang terus mengintai dari balik kegelapan sejarah adalah komunisme, sebuah doktrin yang telah membuktikan dirinya sebagai antitesis dari nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan yang kita junjung tinggi.

Continue reading

Setelah Menonton Dokumenter El Loco de la Catedral

Dalam senyap malam, di depan layar yang berkedip, saya terdiam saat menonton “El Loco de la Catedral”, sebuah dokumenter yang mengisahkan kehidupan Justo Gallego, seorang pria Nasrani yang tanpa henti, selama lebih dari 50 tahun, membangun sebuah katedral dengan tangannya sendiri di pinggiran kota Madrid. “Gila,” pikir saya pertama kali. Namun, semakin lama saya menonton, semakin dalam saya terjerat dalam perenungan panjang. Bagaimana seorang pria tua, dengan segala keterbatasan, mampu menghabiskan hidupnya untuk sebuah tujuan yang ia yakini suci? Semangatnya memancarkan cahaya yang menusuk ke dalam relung hati saya, memaksa saya untuk bercermin pada iman dan komitmen saya sendiri.

Continue reading