Dialektika Perasaan

Jangan Jadikan Perasaan sebagai Penguasa

Dalam hidup ini, emosi hadir sebagai tamu yang tiba-tiba, mengetuk tanpa aba-aba, menyelinap tanpa diundang. Marah, senang, sedih, gembira; semuanya datang dan pergi seperti ombak yang menghantam dan mengempas, kadang menghantam kuat, kadang hanya mengelus pantai jiwa kita. Namun, bukankah yang lebih bijak adalah menyambut emosi ini dengan adab, bukan membiarkan mereka menjadi penguasa yang semena-mena?

Continue reading

Mengenal Sosok Yahya Sinwar

Sebagai seorang ayah, saya selalu mencari sosok yang bisa memberi gambaran utuh tentang keberanian. Bukan keberanian sekadar untuk bertarung, tapi keberanian untuk hidup dalam keyakinan yang tidak tergoyahkan. Yahya Sinwar adalah simbol keberanian itu. Di tengah pusaran konflik Al-Quds Palestina, dia hadir dengan luka, dengan mimpi, dengan tangan yang tidak pernah ragu untuk mengangkat perjuangan rakyatnya. Sebagai guru, kisahnya bukan sekadar cerita perlawanan, tapi pelajaran tentang bagaimana keyakinan bisa menjadi bintang penuntun di tengah gelapnya malam penjajahan.

Continue reading

Mengenal Sosok Ismail Haniyeh

Lahir di Antara Perang dan Penderitaan

Ismail Haniyeh, seperti banyak anak-anak Palestina lainnya, lahir di tengah deru ledakan dan bau mesiu. Di kamp pengungsi al-Shati, Gaza, tahun 1962, hidup bukanlah tentang pilihan. Hidup adalah tentang bertahan. Ismail Haniyeh, seperti yang lain, tumbuh di antara reruntuhan, tapi bukan reruntuhan yang menjadikannya lemah. Dia, seperti bebatuan di Gaza yang dipukul gelombang perang, justru semakin keras. Dalam kesulitan itu, dia menanamkan sebuah cita-cita: kebebasan bagi tanahnya.

Continue reading