Daya Lentur dan Daya Pantul

Ujian dan Respons

Hidup ini seperti menari di atas tali. Keseimbangan adalah segalanya. Terlalu kaku, kita jatuh. Terlalu lentur, kita kehilangan arah.

Saya teringat percakapan dengan seorang kawan lama. “Mengapa hidup terasa begitu berat?” tanyanya. Saya terdiam. Lalu berbisik, “Mungkin karena kita lupa cara melentur. Mungkin karena kita lupa cara memantul.”

Allah sudah memberi tahu kita sejak awal. “Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan” (QS. Al-Baqarah: 155). Ujian itu pasti. Yang tidak pasti adalah respons kita.

Continue reading

Jangan Mati Dulu Sebelum

Diskursus Awal

Kematian adalah diskontinuitas eksistensi yang tidak bisa ditawar. Maut datang tanpa negosiasi, tanpa menunggu persetujuan. Tapi menariknya, Islam mengajarkan bahwa teritori antara hidup dan mati bukanlah segregasi mutlak, ada kontinum amal yang terus mengalir, bahkan setelah jasad menjadi tanah.

Continue reading