Dreams, Deadline, and Death

Kafan Berjalan

Ada orang yang sudah mati sebelum tubuhnya benar-benar dikafani.

Dia masih berjalan. Masih bekerja. Masih membayar tagihan. Masih membalas pesan. Masih tertawa saat keluarga berkumpul. Dari luar, hidupnya tampak baik-baik saja.

Tapi di dalam dirinya, ada sesuatu yang sudah lama dikubur.

Impian.

Continue reading

Daycare: Kesalahan Kepala Keluarga atau Kekalahan Negara?

Daycare, Who Cares?

Ada anak kecil yang bangun terlalu pagi.

Matanya masih berat. Tangannya masih mencari selimut. Tapi hari tidak menunggu dia siap. Ibunya sudah menyiapkan baju. Ayahnya sudah mencari kunci motor. Tas kecil sudah penuh: botol susu, popok, baju ganti, bekal, tisu, dan rasa bersalah yang tidak kelihatan.

Lalu anak itu dibawa keluar rumah.

Bukan ke taman.

Bukan ke rumah nenek.

Bukan ke masjid.

Ke daycare.

Continue reading

Miskin, Kaya, Ibadah

Janji yang Terlalu Mudah Diucapkan

Apa jaminannya kita akan rajin ibadah setelah kaya, kalau saat miskin saja kita jadi pemalas?

Pertanyaan ini tidak enak didengar.

Tapi kadang hati memang perlu diguncang.

Kita sering punya alasan yang terdengar masuk akal.

Nanti kalau hidup sudah mapan.

Nanti kalau cicilan lunas.

Nanti kalau anak-anak sudah besar.

Nanti kalau pekerjaan tidak menumpuk.

Nanti kalau kepala tidak lagi penuh urusan beras, bensin, kontrakan, sekolah, dan tagihan.

Masalahnya, hidup tidak pernah benar-benar selesai.

Continue reading