Setelah Membaca Buku So Good They Can’t Ignore You

Dalam setiap langkah kehidupan, sering kali kita terperangkap oleh ilusi “ikuti passion-mu.” Namun, setelah membaca buku So Good They Can’t Ignore You karya Cal Newport, saya teringat betapa pentingnya mengubah cara pandang terhadap pekerjaan dan keahlian. Newport mengingatkan bahwa untuk menjadi luar biasa, bukan passion yang harus kita kejar, melainkan keterampilan yang berharga dan langka. Ia mengajak kita untuk berfokus pada “craftsmanship mindset,” sebuah pola pikir di mana kita terus meningkatkan diri dan keahlian kita hingga kita menjadi sangat baik sehingga tidak bisa diabaikan.

Continue reading

Setelah Membaca Buku The War of Art

Buku The War of Art karya Steven Pressfield mengajak kita berdialog dengan diri sendiri. Bagaimana tidak? Setiap halaman seolah mencerminkan pertempuran yang ada di dalam diri kita. Sebagai ayah dan guru, saya merasa terhantam oleh pemikiran Pressfield tentang resistance — sebuah kekuatan yang menghalangi kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Kekuatan kasat mata berupa ketakutan, rasa malas, keraguan diri, dan semua bentuk kebiasaan buruk yang menghalangi kita untuk melakukan apa yang benar-benar kita cintai. Sebagai seorang ayah dan guru, buku ini menjadi cermin bagi banyak ketakutan dan kelemahan yang tersembunyi dalam diri saya sendiri, serta dalam diri anak-anak dan murid-murid saya.

Continue reading

Luar Biasa Itu di Luar Kebiasaan

Ada banyak cara untuk menjadi luar biasa, tetapi langkah pertamanya sederhana: berhenti melakukan kebiasaan buruk. Sebuah kebenaran yang kita semua tahu, namun sering kali sulit diterapkan. Hal ini sederhana dalam teori, namun tidak selalu mudah dalam praktik. Kita tahu dan sangat sadar bahwa ada kebiasaan buruk yang harus segera dihentikan, namun sering kali kita terlalu lekat dengan zona nyaman yang justru menghambat pertumbuhan kita.

Continue reading