Lonte, Anjing, Ibu Rumah Tangga, dan Surga

Ada kisah dalam hadis yang selalu menyelinap di kepala saya. Tentang seorang wanita penjaja kelamin. Seorang lonte, seorang pelacur. Hidupnya dianggap kotor oleh dunia, dijauhi oleh mulut-mulut yang berdoa, dihakimi oleh mata-mata yang tajam. Tapi pada suatu hari, di tengah panasnya kehidupan, dia melihat seekor anjing. Lidah anjing itu menjulur, nyaris putus napas, kehausan di tepi sumur. Wanita itu, yang hidupnya dianggap hina, berhenti. Dengan sepatu di tangannya, dia mengambil air dan memberi minum anjing itu. Dan begitulah, Nabi Muhammad berkata bahwa dosa-dosa wanita itu terampuni dan Allah menerima taubatnya. Surga terbuka untuknya.

Continue reading

Hello, Fear!

Takut gagal.
Takut kecewa.
Ya, rasa itu datang tanpa diundang. Menerobos pikiran, membuat jantung berdegup kencang. Kamu ingin melangkah, tapi ketakutan menarikmu mundur. Apa jadinya kalau gagal? Apa jadinya kalau semuanya tidak sesuai rencana? Pertanyaan-pertanyaan ini menghantam keras, seperti gelombang di lautan. Tapi, ijinkan saya bertanya balik: “Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu yakin kamu tidak akan gagal?”

Continue reading

Hamil Duluan, Siapa yang Benar?

Tersebutlah sebuah berita di awal 2023 yang mengusik benak: “15 ribu anak ajukan dispensasi menikah di Jawa Timur, 80% hamil duluan.” Jumlah itu, bagai buih di permukaan air yang tenang, hanya terlihat di permukaan. Di bawahnya, statistik yang tidak terpublikasikan jauh lebih mengerikan. Hukum alam dan sosial kadang berjalan dalam diam. Kita tahu ada yang lebih besar, yang menggerogoti pondasi moral di bawah sana. Tapi mari kita kesampingkan dulu soal “dispensasi menikah”. Istilah itu hanya kosmetik sosial untuk menutupi borok yang lebih dalam. Yang lebih relevan untuk dibahas ialah soal “hamil duluan”.

Pertanyaannya sederhana, ini semua salah siapa?

Continue reading