Saatnya Jujur
Ada dua pertanyaan yang bisa membuat manusia berhenti pura-pura.
Bukan karena sulit.
Tapi karena terlalu jujur.
Pertanyaan pertama:
Apa yang kamu inginkan?
Pertanyaan kedua:
Apa yang menghalangimu untuk mendapatkannya?
Continue readingAda dua pertanyaan yang bisa membuat manusia berhenti pura-pura.
Bukan karena sulit.
Tapi karena terlalu jujur.
Pertanyaan pertama:
Apa yang kamu inginkan?
Pertanyaan kedua:
Apa yang menghalangimu untuk mendapatkannya?
Continue readingTakbir naik ke langit.
Dari masjid. Dari mushola. Dari rumah orang-orang beriman. Anak-anak memakai baju terbaik. Para ayah menuntun hewan qurban. Para ibu menyiapkan dapur. Panitia bergerak. Pisau diasah. Daging dibagi.
Hari raya datang.
Tapi Idul Adha bukan cuma tentang kambing, sapi, dan sate.
Idul Adha membawa pertanyaan yang lebih tajam daripada pisau.
Apa yang sebenarnya harus kita sembelih?
Continue readingAda nasihat yang terdengar seperti obat, padahal bisa menjadi racun.
“Percayalah pada dirimu sendiri.”
Kalimat itu sering muncul di seminar, video motivasi, caption media sosial, dan dinding kamar anak muda yang sedang ingin membuktikan sesuatu kepada dunia.
Sekilas, tidak ada yang salah.
Manusia memang perlu berani. Perlu mencoba. Perlu bangkit. Perlu punya nyali. Islam tidak mengajarkan kita menjadi lemah, malas, dan menyerah sebelum bergerak.
Masalahnya dimulai saat percaya diri berubah menjadi percaya hanya pada diri sendiri.
Continue reading