Mengembalikan Ruh Tarbiyah dalam Pendidikan Indonesia
Lihatlah ruang-ruang kelas kita. Penuh sesak. Papan tulis penuh coretan rumus. Jadwal pelajaran padat merayap dari pagi hingga petang. Di depan kelas, berdiri seseorang yang kita panggil guru. Jumlahnya banyak, tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi di tengah keramaian ini, sebuah paradoks yang tajam menikam ulu hati: kita punya banyak guru, tapi terasa sangat sedikit pendidik sejati.
Continue reading