Banyak Guru, Sedikit Pendidik

Mengembalikan Ruh Tarbiyah dalam Pendidikan Indonesia

Lihatlah ruang-ruang kelas kita. Penuh sesak. Papan tulis penuh coretan rumus. Jadwal pelajaran padat merayap dari pagi hingga petang. Di depan kelas, berdiri seseorang yang kita panggil guru. Jumlahnya banyak, tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi di tengah keramaian ini, sebuah paradoks yang tajam menikam ulu hati: kita punya banyak guru, tapi terasa sangat sedikit pendidik sejati.

Continue reading

Impotensi Abad 21

Mengotopsi Dunia

Jadi, Anda merekam sebuah pembantaian. Anda menekan tombol upload. Lalu apa? Anda pikir denyut jantung Anda yang berdebar saat merekam itu akan memicu denyut jantung dunia? Pikiran yang naif. Itulah problem mendasar abad ke-21: kita punya teknologi untuk menyiarkan kebenaran secara real-time, tapi kita kehilangan kapasitas untuk mencerna kebenaran itu.

Continue reading

Membela Ibu Rumah Tangga

Lebih Dari Sekadar Status di KTP

Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa. Katanya. Kita semua setuju. Mereka mencerdaskan anak-anak bangsa di dalam kelas-kelas yang pengap, dengan gaji yang seringkali tidak seberapa.

Tapi ada pahlawan lain. Pahlawan yang lebih sunyi. Pahlawan yang melahirkan dan membesarkan para guru, para insinyur, para presiden, bahkan para pahlawan itu sendiri.

Continue reading