Setelah Membaca Buku Ayat-Ayat yang Disembelih

Ada hal-hal yang tidak boleh kita lupakan, meski waktu sering kali membuat kita lengah. Buku “Ayat-Ayat yang Disembelih” oleh Anab Afifi dan Thowaf Zuharon adalah pengingat keras akan sebuah luka lama yang menganga di tubuh bangsa ini. Luka yang dihasilkan dari ideologi yang datang dengan wajah ramah, berjanji kesejahteraan, tetapi meninggalkan genangan darah dan kesedihan.

Continue reading

Setelah Nonton Film 127 Hours

Menonton 127 Hours adalah menyaksikan perlawanan manusia terhadap keterbatasan dirinya sendiri. Film ini mengisahkan perjuangan Aron Ralston, seorang pendaki yang terperangkap di antara batu besar selama 127 jam, dengan pilihan hidup yang sangat terbatas: tetap di tempat dan mati, atau memotong lengannya sendiri untuk hidup. Ini adalah momen di mana segala teori tentang kehendak bebas diuji, dipaksa menghadapi realitas yang brutal, tanpa kompromi.

Continue reading

Setelah Membaca Buku So Good They Can’t Ignore You

Dalam setiap langkah kehidupan, sering kali kita terperangkap oleh ilusi “ikuti passion-mu.” Namun, setelah membaca buku So Good They Can’t Ignore You karya Cal Newport, saya teringat betapa pentingnya mengubah cara pandang terhadap pekerjaan dan keahlian. Newport mengingatkan bahwa untuk menjadi luar biasa, bukan passion yang harus kita kejar, melainkan keterampilan yang berharga dan langka. Ia mengajak kita untuk berfokus pada “craftsmanship mindset,” sebuah pola pikir di mana kita terus meningkatkan diri dan keahlian kita hingga kita menjadi sangat baik sehingga tidak bisa diabaikan.

Continue reading