Surga Tanpa Ayah?
Rumah, semestinya, adalah surga. Baiti jannati. Begitu Nabi Muhammad mengajarkan. Sebuah tempat di mana lelah dunia luruh di depan pintunya. Di dalamnya ada sakinah, ada tawa renyah anak-anak, ada kehangatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sebanyak apa pun. Di pusat surga kecil itu, ada pilar-pilar yang menopangnya. Ibu sebagai madrasah pertama, dan ayah sebagai kepala sekolahnya.
Tapi hari ini, banyak surga yang terasa lowong. Dingin. Kepala sekolahnya ada, tapi ruang kerjanya kosong.
Continue reading