2 Tahun Badai Al-Aqsa

Lima Hakikat yang Tersingkap di Tanah Para Nabi

Dua tahun sudah. Tanggal 7 Oktober 2023 bukan lagi sekadar angka di kalender. Dia sudah jadi pisau. Pisau yang membelah dunia jadi dua: yang punya hati nurani dan yang tidak. Yang melihat kebenaran dan yang sengaja buta. Badai Al-Aqsa bukan sekadar perang. Dia adalah Al-Furqan, sang pembeda.

Continue reading

Menunggu 2 Waktu

Menunggumu

Hidup ini ruang tunggu.

Kita menunggu banyak hal.

Menunggu gaji cair. Menunggu anak pulang. Menunggu kabar baik. Menunggu hujan reda. Menunggu utang lunas. Menunggu keadaan membaik. Menunggu seseorang berubah.

Tapi sering kali, kita lupa bahwa ada dua waktu yang sebenarnya sedang kita tunggu.

Continue reading

Fatherless: Sebuah Otokritik

Surga Tanpa Ayah?

Ada anak yang yatim sebelum ayahnya mati.

Ayahnya masih hidup. Masih pulang ke rumah. Masih makan di meja yang sama. Masih membayar sekolah. Masih membeli beras. Masih membayar listrik.

Tapi bagi anak itu, ayahnya jauh.

Jauh sekali.

Bukan karena jarak. Tapi karena hati yang tidak pernah benar-benar datang.

Inilah fatherless yang sering kita sembunyikan. Kita kira fatherless hanya terjadi ketika ayah wafat, pergi, atau bercerai dengan ibu. Padahal ada bentuk lain yang lebih sunyi: ayah ada di rumah, tapi tidak hadir dalam hidup anaknya.

Tubuhnya pulang. Hatinya tidak.

Continue reading