Residu Berdarah Pacaran

Pacaran yang saya maksud di sini adalah segala macam hubungan asmara non halal, apakah itu pacaran secara oficial atau TTM (teman tapi maksiat) atau TTS (teman tapi selingkuh). Hmm, enaknya kita mulai dari mana ya. Pacaran memang hal yang biasa di masyarakat kita. Tapi hal itu tidak lantas membuat aktivitas ini jadi boleh atau bahkan halal. Kita hidup di mana semua orang -bahkan anak- harus pacaran. Pacaran adalah fase wajib sebelum pernikahan. Dan pacaran itu mahal. Harganya bisa nyawa. Anda bisa dibunuh karena ada yang sakit hati. Atau mungkin anda bunuh diri karena sakit hati juga. Harganya bisa garis darah. Ada anak haram yang lahir padahal tidak tahu apa-apa. Harganya bisa fisik. Pernah dengar KDHP (Kekerasan Dalam Hubungan Pacaran)? No? Okay, I made that up. Harganya bisa perasaan. Oke, mungkin anda dan dia (dan dia, dan dia, dan dia) berpisah dengan baik-baik. Tapi tetap saja di sana ada perasaan yang bermain.

Seenak-enaknya maksiat tetap saja dosa. Hal yang haram nikmatnya semu. Harga yang harus dibayar sama sekali tidak sepadan dengan yang kita dapatkan. Tapi tidak ada kata terlambat untuk berhenti bermaksiat. Seorang pendosa tetap berhak untuk masuk Surga dengan tobat. Enough is enough. End now. Nikah atau pisah!

(That memories. That fantasy. It was there. It is unkillable. As long as my brain don’t get damaged, I can’t forget it. But let it dies with time.)

Salam Curhat Berkhasiat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *