Kata yang Terucap, Realitas yang Berjarak
Menulis kebaikan terasa mudah. Menguraikan kebijaksanaan, mengutip nasihat ulama, menata kata-kata indah yang beresonansi dengan nurani; semua itu hadir begitu saja, mengalir dengan ringan. Namun, dalam dunia nyata, kata-kata itu seakan berada di langit, jauh dari bumi yang harus saya pijak. Melakoni setiap nasihat yang terucap, mempraktikkan setiap nilai yang tertulis, rasanya seperti meniti jalan yang penuh kerikil tajam dan duri yang menjerat.
Continue reading