Semoga Aku Sebijak Tulisanku

Kata yang Terucap, Realitas yang Berjarak

Menulis kebaikan terasa mudah. Menguraikan kebijaksanaan, mengutip nasihat ulama, menata kata-kata indah yang beresonansi dengan nurani; semua itu hadir begitu saja, mengalir dengan ringan. Namun, dalam dunia nyata, kata-kata itu seakan berada di langit, jauh dari bumi yang harus saya pijak. Melakoni setiap nasihat yang terucap, mempraktikkan setiap nilai yang tertulis, rasanya seperti meniti jalan yang penuh kerikil tajam dan duri yang menjerat.

Continue reading

Dialektika Perasaan

Jangan Jadikan Perasaan sebagai Penguasa

Dalam hidup ini, emosi hadir sebagai tamu yang tiba-tiba, mengetuk tanpa aba-aba, menyelinap tanpa diundang. Marah, senang, sedih, gembira; semuanya datang dan pergi seperti ombak yang menghantam dan mengempas, kadang menghantam kuat, kadang hanya mengelus pantai jiwa kita. Namun, bukankah yang lebih bijak adalah menyambut emosi ini dengan adab, bukan membiarkan mereka menjadi penguasa yang semena-mena?

Continue reading

Mengenal Sosok Yahya Sinwar

Sebagai seorang ayah, saya selalu mencari sosok yang bisa memberi gambaran utuh tentang keberanian. Bukan keberanian sekadar untuk bertarung, tapi keberanian untuk hidup dalam keyakinan yang tidak tergoyahkan. Yahya Sinwar adalah simbol keberanian itu. Di tengah pusaran konflik Al-Quds Palestina, dia hadir dengan luka, dengan mimpi, dengan tangan yang tidak pernah ragu untuk mengangkat perjuangan rakyatnya. Sebagai guru, kisahnya bukan sekadar cerita perlawanan, tapi pelajaran tentang bagaimana keyakinan bisa menjadi bintang penuntun di tengah gelapnya malam penjajahan.

Continue reading