Kembali Ke DKV

Kenal Rio Purba, kenal Levidio, kenal Asta Digital, baca Freelance Manifesto by Joey Korenman, kenal School Of Motion, kenal Motion Design School, dan memantabkan diri untuk jadi muslim mographer/motion designer. Sebenarnya saya sangat asing dengan After Effects dan dunia motion graphics. Tapi setidaknya punya gambaran karena tesis saya menggunakan VideoScribe (whiteboard animation software). Dan sepertinya takdir saya cukup ramah dengan dunia video karena skripsi saya membuat dokumenter. So it was pretty good, mini-thesis did live action and thesis did animation.

Entah kenapa kok akhirnya kembali ke DKV. Saya berpikir kerjaan apa ya yang duitnya gede. Eh, tetep aja larinya ke DKV. Takdir Alloh memang tidak bisa ditebak ya. Dulu saya berpikir bahwa saya tidak mungkin jadi guru. Eh sekarang jadi guru. Dulu saya berpikir bahwa DKV bukanlah dunia saya. Eh, sekarang saya malah merasakan gairah baru dengan DKV. Mungkin ini adalah kesempatan ke dua untuk menunjukkan bahwa kuliah S1 selama 6 tahun itu tidak sia-sia (dan juga kuliah S2 selama 3 tahun).

Well, kesempatan ke dua itu datang jutaan kali. Lebih baik terlambat daripada bolos. Maybe I could change someone’s life with my animation. Salam Curhat Berkhasiat 🙂

Something to read:
https://motionographer.com/2017/02/15/too-old-for-mograph/

Salam Curhat Berkhasiat 🙂

UPDATED:

Pandir sekali jika saya membatasi diri cuma mengerjakan motion graphics. I wanna do animation. I wanna do graphic design. I wanna do web design/development. I wanna be a generalist. The world is too big for me to be a specialist. And I don’t know what I’m talking about, hahaha!

One Reply to “Kembali Ke DKV”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *