Guru Sebagai Jalan Hidup

Guru lebih dari sekedar profesi. Karena guru itu “digugu (didengar) lan ditiru”. Artinya semua orang dewasa dituntut untuk menjadi guru untuk orang yang lebih muda darinya. Saya sendiri tidak pernah berpikir akan menjadi guru. Bahkan guru adalah profesi yang saya alergi dengannya. Tapi manusia boleh berencana, tetap Alloh yang memutuskan. Dan jadilah saya guru sampai detik ini, meski status saya masih dibekukan untuk bisa kembali mengajar. But that’s different story.

Namun sayangnya guru itu identik dengan “tidak punya uang banyak”. Contoh paling gampang ialah guru ngaji. Berapa besar biaya yang bersedia dikeluarkan orang tua untuk guru ngaji? Sangat kecil! Bahkan masih kalah dengan biaya pulsa tiap bulan. Atau ini adalah bentuk rasisme dan diskriminasi di dunia pendidikan. Karena dosen banyak yang kaya. Dosen otu guru juga kan? Alternatifnya ialah perlu ada komunitas orang kaya yang memberi bantuan finansial kepada para guru. Karena kita tidak bisa berharap banyak pada pemerintah.

Ustadz Budi Ashari dan ustadz Adian Husaini adalah 2 figur yang sering bicara tentang seluk beluk guru dan pendidikan Islam. Bukan hanya teori tapi juga praktek karena beliau berdua punya lembaga pendidikan sendiri.

Mungkin kita tidak bekerja sebagai guru. Tapi kita semua adalah guru. Karena kita harus mendidik dan mengajar siapa saja, baik dalam gerak maupun diam kita.

Salam Curhat Berkhasiat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *