Generasi Juz 30

Ayat Al-Quran yang pertama kali turun ialah surat Al-Alaq ayat 1-5. Ayat pertama memiliki terjemah harfiyyah yaitu: “Wahai Muhammad, bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan manusia.” Yang menarik ialah pada saat itu Al-Quran belum tersusun menjadi mushaf seperti sekarang. Lalu apa yang dibaca? Literasi macam apa jika tidak ada buku untuk dibaca? Maksudnya ialah membacakan hafalan Al-Quran. Saat itu kan Malaikat Jibril mentalqin Nabi Muhammad. Baru ketika ditalqin yang ke tiga kalinya Nabi Muhammad bisa menirukan atau membacakan ulang apa yang diucapkan Malaikat Jibril. Faedah dari kisah ini ialah metode pengajaran Al-Quran terbaik yaitu dengan talqin. Faedah lain ialah hendaknya umat Islam punya hafalan Al-Quran. Juz 30 adalah standar minimal untuk hafalan kaum muslimin di Indonesia. Bayangkan jika kita hafal dengan mutqin (kuat) juz 30, tajwidnya benar, paham tafsirnya dan secara sadar mengamalkan isinya? Masya Alloh! Mungkin dengan begitu Alloh akan memberikan kepada kita pemimpin yang cinta Al-Quran dan ibu negara yang berjilbab syar’i.

Salam Curhat Berkhasiat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *