Geliat Dakwah Sang Pendosa

Di bawah ini adalah percakapan imajiner di dalam tempurung kepala seseorang:


S: “Kamu banyak dosa. Gak pantes buat dakwah!”
M: “Gak papa. Tinggal tobat aja.”
S: “Iya, tobat aja dulu. Gak usah dakwah. Malu tuh sama dosa!”
M: “Jangan perfeksionis. Dakwah aja yang kamu bisa.”
S: “Siapa juga yang mau denger kamu dakwah? Mereka tau aibmu semua!”
M:”Jika yang boleh dakwah hanya orang yang gak punya dosa, tentu gak akan ada yang dakwah selain para Nabi dan Rosul.”
S: …
M: “Hanya karena kita melakukan satu dosa, kita tidak bebas dari kewajiban mencegah orang lain dari dosa itu.”
S: “Yee, itu namanya munafik, bro!”
M: “Kita punya 2 kewajiban terkait dosa: tidak/berhenti melakukannya dan mencegah orang lain darinya.”
S: “Ribet ama se! Udah, hidup aja kayak biasanya. Jangan dibikin repot.”
M: “Lebih baik jadi orang sok suci daripada jadi orang sok munafik. Yoi, bro?”
S: “#%&^$!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *